Memahami White Balance, Fungsi dan Cara Menggunakannya di Fotografi

Dengan membaca artikel ini, kamu akan memahami white balance serta bagaimana cara penggunaanya di dalam dunia fotografi.

Pernahkah kamu mendapatkan hasil foto yang terlalu biru, terlalu kuning bahkan ungu? Padahal pada saat mata memandang, objek yang kamu foto tidaklah bernuansa kuning atau biru, semua terlihat normal.

Mengapa bisa terjadi? White Balance kamu salah..!

Apa itu White Balance?

White Balance adalah suatu istilah dalam fotografi untuk kalibrasi warna putih atau suatu proses yang bertujuan untuk menghilangkan warna yang tidak real (colour cast) pada foto, sehingga objek yg berwarna putih akan tetap terlihat putih.

Pada kamera digital, White Balance diukur dengan temperatur warna dari suatu sumber cahaya.

Mengapa White Balance Penting?

Kamera tidak secanggih mata manusia…!

Mata kita mampu melihat benda putih akan tetap putih pada sumber pencahayaan seperti apapun.

Hal ini disebabkan karena mata manusia mampu melakukan adaptasi dan dibantu oleh nalar kita untuk memberitahu bahwa benda yang sedang kita liat itu adalah berwarna putih, sedangkan kamera tidak..

.. alasannya sederhana, karena kamera tidak bisa berfikir layaknya manusia.

mengenal white balance

Saat benda putih disinari cahaya kekuningan kemudian difoto, maka benda tersebut akan tampak kekuningan pada hasil fotonya. Atas dasar inilah maka di dunia fotografi dikenal ada keseimbangan warna putih (White Balance).

Mengenal dan Memahami Fungsi White Balance

Mengenal dan memahami White Balance, akan membantu kamu menghasilkan foto yang lebih baik tanpa adanya colour cast. Jika White Balance salah, hasil foto akan cenderung kekuningan, kebiruan, keunguan, bahkan terkadang cenderung hijau, tergantung dari temperatur sumber cahaya yang ada pada saat foto diambil.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini saya akan kupas tuntas mengenai White Balance dan cara penerapannya pada kamera untuk menghasilkan foto yang natural.

1. Mengenal Temperatur Warna (Color Temperature)

Berbicara white balance artinya berbicara tentang temperatur warna, diukur dalam satuan Kelvin dengan simbol K.

Temperatur warna netral (sinar matahari pada siang hari) berada di kisaran 5200-6000 K, itulah mengapa sebagian besar lampu flash eksternal memiliki range pada temperatur tersebut untuk meniru cahaya sinar matahari.

.. sementara bola lampu pijar memiliki suhu warna sekitar 3000 K.

Berikut ini perbandingan sumber cahaya beserta besaran suhunya :

mengenal white balance
https://photographylife.com/

2. Cara Kerja White Balance

Sesuai namanya, white balance sebenarnya menyeimbangkan warna putih di foto dengan memberikan opposite color atau menambahkan warna berlawanan dari sumber cahaya untuk mendapatkan warna netral (yang putih tetap terlihat putih).

Apa itu warna yang berlawanan?

Simak ini..

Untuk mendapatkan warna netral di pengaturan white balance, warna dasar yang digunakan adalah RGB (Red, Green dan Blue).

  • Red (Merah) » Opposite color-nya Cyan (Biru Langit);
  • Green (Hijau) » Opposite color-nya Magenta (Ungu Magenta);
  • Blue (Biru) » Opposite color-nya Yellow (Kuning).

Setelah memahami warna berlawanan di atas, seharusnya kamu sudah mulai ada gambaran bagaimana white balance bekerja untuk mendapatkan warna netral pada foto kamu.

Misal, sumber cahaya terlalu kekuningan (lampu pijar atau lilin), untuk menetralkannya, tambahkan warna biru (warna lawan) dengan menurunkan temperatur white balance di kisaran 2500 – 3500 K.

.. sebaliknya,

Sumber pencahayaan terlalu biru (matahari terbenam), untuk menetralkannya, tambahkan warna kuning (warna lawan) dengan menaikkan temperatur white balance di kisaran 9000-10.000 K.

Sementara pada sumber cahaya netral (sinar matahari di siang hari), hampir tidak perlu menambahkan warna apapun baik biru ataupun kuning dengan mengatur white balance di kisaran 5500-6500K.

Sudah paham kan ya?

Untuk memudahkannya, kamera memberikan preset sesuai dengan kondisi pencahayaan.


3. Mengenal Preset White Balance

Pengaturan white balance pada setiap kamera bisa berbeda-beda tergantung dari pabrikan yang memproduksi kamera tersebut.

Setiap kamera selalu memiliki beberapa preset white balance yang dapat langsung digunakan sesuai dengan kebutuhan dan sumber pencahayaan yang kamu hadapi.

Preset White Balance :

Auto White Balance
Custom
Kelvin
Tungsten
Fluorescent
Flash
Daylight
Cloudy
Shade

AWB (Auto White Balance)

  • Kamera secara otomatis menebak temperatur dari sumber cahaya yang diterimanya;
  • Kadang berjalan baik, namun sering kali tidak terutama pada saat memotret sunrise atau sunset.

Custom White Balance

  • Biasa digunakan dalam pemotretan dengan sumber pencahayaan yang lebih kompleks (lebih dari satu jenis temperatur warna), akan saya bahas lebih lanjut mengenai ini.

Kelvin (K) » Manual

  • Tersedia pada kamera semi pro dan profesional, ada pengaturan manual dengan langsung menentukan besaran Kelvin yang diinginkan.

Tungsten (ikon bohlam) » 2500 – 3500 K

  • Suasana sangat kuning, kamera akan memberikan kompensasi biru yang cukup banyak;
  • Cocok digunakan pada sumber cahaya bola bohlam / lampu pijar atau lilin.

Fluorescent (ikon lampu neon) » 4000 – 5000 K

  • Cenderung biru dan hijau, saat memilih preset ini kamera akan memberikan kompensasi warna kuning magenta;
  • Gunakan saat memotret dengan sumber cahaya lampu neon.

Flash (ikon kilat/petir) » 5000-5500 K

  • Tergantung dari merk kamera, biasanya menambah sedikit kuning atau biru;
  • Jika menggunakan lampu flash (strobe), gunakan preset white balance ini.

Daylight (ikon matahari) » 5500-6500 K

  • Perfect sunny day;
  • Kamera akan berlaku normal, tidak memberi kompensasi apa-apa;
  • Gunakan saat berada di bawah sinar matahari.

Cloudy (ikon awan) » 6500-8000 K

  • Suasana biru, kamera memberikan kompensasi kuning, walau tidak sebanyak Shade;
  • Gunakan saat memotret di cuaca mendung.

Shade (ikon rumah/pohon) » 9000-10.000 K

  • Suasana sangat biru, kamera akan memberikan kompensasi kuning agar foto menjadi normal;
  • Gunakan saat memotret di dalam rumah (siang hari) atau berada di bawah bayangan, bukan sinar matahari langsung.

Berikut contoh foto pada sumber pencahayaan yang sama namun menggunakan preset white balance yang berbeda-beda :

mengenal white balance

4. Pengaturan White Balance Secara Manual (Kelvin)

Kamera high end semi pro dan profesional biasanya menyediakan fitur white balance secara manual dengan Kelvin (K).

Yang jadi pertanyaan, kalau sudah ada Auto White Balance dan Preset White Balance, mengapa harus ada Manual White Balance dengan Kelvin (K)?

Ini cukup menarik..!

Lagi-lagi kamera tidak memiliki nalar, sementara kamu ingin warna fotomu lebih kreatif.

Disinilah peran dari manual white balance tanpa preset atau auto white balance.

Berikut contohnya..

mengenal white balance
https://www.cambridgeincolour.com/tutorials/

Foto sebelah kiri, menggunakan Auto White Balance.

Apakah white balance-nya benar? Ya benar..! Tidak ada color cast..

Tapi apakah kreatif? Tidak…!

Mengapa? Foto bunga tersebut jadi terasa dingin, sendu dan layu..

Padahal dalam proses kreatif, kamu ingin mendapatkan hasil gambar yang hangat (warm).

Disinilah jiwa seni kamu bekerja..!

Gunakan pengaturan manual, dan coba shoot kembali.

Jika benar, hasilnya bisa seperti foto di sebelah kanan, terasa hangat dan bagus.

5. Cara Menggunakan Custom White Balance

Selain Manual White Balance, kamera high end juga menyediakan fitur Custom White Balance.

Custom White Balance merupakan cara paling akurat jika kamu bingung dengan temperatur warna dari sumber cahaya di sekitar objek foto.

Hal ini biasanya terjadi dalam pemotretan dengan sumber pencahayaan yang lebih kompleks (lebih dari satu jenis temperatur warna).

Untuk menggunakannya, manfaatkan kertas putih, dinding putih atau awan putih untuk tujuan ini.

Atur white balance ke mode custom kemudian arahkan kamera untuk membidik kertas putih, dinding putih atau awan putih tadi kemudian jepret.

Kamera akan mendeteksi warna putih dan menyimpan temperaturnya, akan muncul konfirmasi di layar LCD kamera kalau pengaturan sudah OK.

Selanjutnya, jepret objek yang kamu inginkan.

Selain cara di atas, ada cara yang lebih mudah dan akurat namun dibutuhkan aksesoris tambahan yaitu :

  • Expodisc; atau
  • Grey Card.

.. harganya berkisar dari Rp. 800 ribu s/d Rp. 1,5 Juta.

Kamu bisa membelinya di toko-toko kamera besar di Jakarta dan Surabaya.

Expodics

mengenal white balance
Expodics

Contoh perbandingan hasil menggunakan Expodisc dengan Auto White Balance.

mengenal white balance
https://www.colesclassroom.com/

Hasil foto dengan pengaturan white balance dari Expodisc terasa lebih hangat dan menarik..

Grey Card

mengenal white balance
https://www.colesclassroom.com/

Contoh perbandingan hasil menggunakan Grey Card dengan Auto White Balance.

mengenal white balance

Hasil foto dengan pengaturan White Balance dari Grey Card terasa lebih hangat dan bagus..

Bagaimana cara menggunakan Expodisc dan Grey Card akan saya bahas pada artikel selanjutnya..

Sampai tahap ini, sudah paham kan ya mengenai White Balance?

Silahkan praktikkan dan asah kreatifitas kamu..!

Demikian artikel Memahami White Balance, Fungsi dan Cara Menggunakannya di Fotografi.

Semoga bermanfaat..!

referensi : 

https://www.cambridgeincolour.com/tutorials/white-balance.htm.

www.kamerashot.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Bokeh dan Bagaimana Cara Membuat Foto Bokeh

Mengenal Istilah Singkatan Kode Lensa Nikon / Nikkor