Memahami Istilah Singkatan Kode Lensa Canon


Setelah menulis tentang istilah kode-kode pada lensa Nikon, kali ini saya akan mengulas kode-kode yang ada pada lensa Canon.

Istilah pada lensa Canon memang tidak sebanyak Nikon, jadi menurut saya memang lebih mudah untuk memahami karakteristik dan fitur yang ada pada lensa Canon.

Apa saja, simak ulasan berikut..

Istilah Singkatan Kode Lensa Canon

EF ElectroFocus

EF adalah singkatan dari ElectroFocus, lensa ini memiliki motor sendiri pada bodynya untuk melakukan autofokus.

Lensa EF didesain khusus untuk kamera Canon full frame seperti Canon 5D Mark IICanon 6D dan Canon 1Ds.

Meskipun begitu, jenis lensa ini tetap dapat digunakan pada bodi kamera non-full frame namun bakal ada crop factor sehingga hasil foto yang ditangkap akan berbeda hasilnya (kurang wide).

EF-S ElectroFocus Shortback

EF-S merupakan singkatan dari ElectroFocus Shortback.

Mirip  seperti pada lensa EF, hanya saja secara fisik ujung belakang lensa lebih menjorok ke dalam mounting kamera.

Lensa EF-S didesain khusus untuk kamera Canon non-full frame, jadi tidak bisa digunakan pada kamera full frame.

L – Luxury

Mengenal dan Memahami Istilah Kode-Kode Pada Lensa Canon

L untuk Luxury, lensa yang serinya memang lebih mewah dibanding EF dan EF-S.

Lensa Canon seri L dirancang menggunakan material optik berkualitas prima sehingga harganya jadi lebih mahal.

Lensa tipe ini memang ditujukan untuk kalangan fotografer profesional atau pehobi kelas berat yang memang punya uang lebih untuk membelinya.

Semua lensa seri L adalah lensa EF sehingga bisa digunakan pada kamera full frame maupun kamera non-full frame.

IS – Image Stabilizer

Seperti namanya, lensa yang mempunyai kode ini dilengkapi dengan teknologi Image Stabilizer, yaitu teknologi yang berfungsi untuk mengkompensasi getaran tangan saat melakukan pemotretan.

Fungsi ini sangat berguna untuk pemotretan dengan cahaya rendah atau saat pemotretan jarak jauh.

Fitur ini sama dengan VR (Vibrate Reduction) nya milik Nikon.

USM – Ultra Sonic Motor

Lensa yang dilengkapi kode USM berarti lensa tersebut memiliki motor auto focus yang lebih cepat, suara yang tidak berisik dan lebih hemat daya.

Pada lensa seri USM, mengganti mode dari autofokus ke manual fokus cukup dengan memutar ring lensa tanpa perlu mengubah pengaturan tombol apapun.

Fitur ini sama dengan SWM (Silent Wave Motor) milik Nikon.

DO – Diffractive Optic

Lensa dengan fitur DO dirancang untuk meminimalkan Chromatic Aberration (efek halo pada subjek foto) sekaligus mengurangi berat serta ukuran lensa.

STM – Stepped Motor

Autofokus dengan motor yang bekerja senyap dan mulus, sangat cocok untuk melakukan perekaman video.

f/number – Aperture Number

Kode ini menunjukkan nilai bukaan diafragma lensa.

Ada 2 tipe, pertama adalah yang mempunyai nilai bukaan diafragma konstan, ditandai dengan 1 angka saja, misalnya f/2.8 atau f/4.

Kedua, mempunyai nilai bukaan diafragma variabel, ditandai adanya 2 angka, misalnya f/3.5-4.5 atau f/3.5-5.6

Number (mm) – Angka Focal Length

Setiap lensa pasti ada angka focal length / panjang fokal. Kode tersebut jelas memang untuk menunjukkan panjang fokal lensa tersebut terhadap sensor image-nya.

Ada 2 tipe, pertama jika hanya ada 1 angka saja berarti Prime Lens, misal 50mm atau 85mm.

Kedua jika ada 2 angka berarti Zoom Lens, misal 24-105mm atau 18-55mm.


Contoh Membaca Kode Lensa Canon

EF 24-105mm f/4.0L IS USM

  • EF – ElectroFocus, dapat digunakan untuk full frame dan non-full frame.
  • 24-105mm – Zoom Lens dengan panjang fokal lensa 24mm s/d 105mm.
  • f/4.0 – Diafragma konstan pada f/4.0.
  • L – Termasuk dalam jajaran lensa tipe Luxury (L).
  • IS – Lensa tersebut sudah dilengkapi teknologi Image Stabilizer.
  • USM – Motor autofokusnya berjenis Ultrasonic Motor (USM).

EF 50mm f/1.2L USM

  • EF – ElectroFocus, dapat digunakan untuk full frame dan non-full frame.
  • 50mm – Prime Lens dengan panjang fokal lensa 50mm.
  • f/1.2 – Diafragma konstan pada f/1.2.
  • L – Termasuk dalam jajaran lensa tipe Luxury (L).
  • USM – Motor autofokus yang digunakan sudah berjenis Ultrasonic Motor (USM).

EF-S 10-22mm f/3.5-4.5 USM

  • EF-S – ElectroFocus Shortback, dapat digunakan hanya untuknon-full frame.
  • 10-22mm – Zoom Lens dengan panjang fokal lensa 10mm s/d 22mm.
  • f/3.5-4.5 – Diafragma variabel. Pada posisi 10mm, f/3.5 sedangkan pada posisi 22mm, f/4.5.
  • USM – Motor autofokus yang digunakan sudah berjenis Ultrasonic Motor (USM).

Sudah paham kan ya..!

Demikian artikel Memahami Istilah Singkatan Kode Lensa Canon.

Semoga bermanfaat..!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Bokeh dan Bagaimana Cara Membuat Foto Bokeh

Mengenal Istilah Singkatan Kode Lensa Nikon / Nikkor

Memahami White Balance, Fungsi dan Cara Menggunakannya di Fotografi